19 Maret 2011

OOP(Object Oriented Programming) PHP

OOP adalah singkatan dari Object Oriented Programming, dalam bahasa kita berarti pemrograman berorientasi objek, yaitu mengganggap bahwa segala sesuatu dalam bahasa pemrograman adalah object, benda seperti dalam dunia nyata.
OOP dalam PHP hampir mirip dengan OOP pada java. Jika anda sudah pernah belajar java atau javascript, OOP dalam PHP tidak begitu bermasalah. OOP PHP berbeda dengan PHP struktural. Pada OOP kita bisa membuat sebuah class yang berisi semua fungsi-fungsi yang biasa digunakan untuk proses web, misalkan proses query database, proses login, proses regular expression dll.Ingat bahwa fungsi dalam OOP adalah method. Dari class tersebut bisa dibuat sebuah object yang memiliki semua method yang saya sebutkan tadi, proses query, proses login, proses reqular expression dll. Tambahan lagi, dengan menggunakan OOP, pembuatan program menjadi lebih mudah dan cepat begitu juga konsistensi program akan terjaga. Anda juga bisa membuat template web dengan menggunakan OOP dimana ada method yang bertugas untuk
membuat tampilan, misalkan tampilan header, sidebar, footer dll.
reference : http://bimoweb.com/pemrograman-oop-pada-php-part-i.html

Object
Bagian yang paling mendasar dari program yang menggunakan konsep OOP adalah object.
Class
Class merupakan deskripsi dari object itu sendiri. Setiap class selalu diawali dengan keyword class, diikuti dengan nama class, diikuti dengan kurung kurawal pembuka { dan kurung kurawal penutup } yang didalamnya terdapat properties dan method dari kelas tersebut.
Properties & Method
Dalam pemrograman prosedural, method adalah suatu function.Dalam pemrograman berorientasi objek, setiap properties diawali keyword var, diikuti tanda $, diikuti nama properties atau variable. Pemberian keyword var tidaklah wajib dalam PHP .

HAK AKSES PADA PHP
Deklarasi hak akses untuk variable dan fungsi memiliki 3 jenis (yang paling umum digunakan). Yaitu :
  • Public
  • Private
  • Protected 

      Public

      Deklarasi hak ini berarti variable atau fungsi dengan awalan ini bisa diakses dari class manapun, baik class itu sendiri atau class turunan dari class yang memiliki variable atau fungsi itu. Deklarasi ini merupakan yang paling sering dan mudah digunakan. Tetapi penggunaanya tergantung dari kebutuhan dan kebijakan dalam keamanan program.

      Private

      Deklarasi ini berarti variable atau fungsi dengan awalan ini HANYA bisa diakses oleh class pemilik dari variable atau fungsi itu. Turunannya atau parentnya tidak bisa mengaksesnya.

      Protected

      Melindungi variable atau fungsi dari akses diluar class yang tidak mewarisi class tersebut.


      Berikut contoh source code yang menggunakan function dan method protected :
       
      1. Buat 1 file php ketikkan kode berikut:

               
      <?php 
      class Product 
      { 
        // properties defined here 
      
        protected $_type = 'Book';
        
        // methods defined here 
        public function getProductType() 
        { 
          return $this->_type; 
        } 
         
        public function setProductType($type) 
        { 
          $this->_type = $type; 
        } 
      } 
      

      2. Buat 1 file PHP lagi dalam folder yg sama,lalu ketikkan kode berikut:

               
      <?php
      require '[nama file tadi].php'; //menggunakan file lain

      $product = new Product(); //instantiasi suatu object dari kelas Product

      $product->setProductType('DVD');
      echo $product->getProductType();
      ?>

      Setelah itu jalankan file php yang kedua ,lalu lihat hasilnya.

      0 komentar:

      Posting Komentar

       
      © 2011 Brankas Tugas | Except as noted, this content is licensed under Creative Commons Attribution 2.5.
      For details and restrictions, see the Content License | Recode by Ardhiansyam | Based on Android Developers Blog